Thursday, 24 January 2013

Pengamat yang Baik


Dalam melaksanakan pengawasan, pengamatan wajib dilakukan untuk memastikan kondisi dan tingkah laku pekerja dalam situasi yang aman. Petunjuk dibawah ini dapat membantu anda untuk menjadi pengamat yang baik.
1.       Paksa diri anda untuk berkonsentrasi terutama pada tujuan pengamatan.
2.       Persiapkan diri anda dengan baik untuk melakukan pengamatan.
3.       Singkirkan semua hambatan dan jernihkan pikiran anda
4.       Pahami garis besarnya, jangan mudah terkecoh dengan hal – hal yang tidak penting.
5.       Usahakan secara sadar mengingat apa yang anda lihat.
6.       Hindari interupsi
7.       Pastikan bahwa anda memahami maksud dari tindakan – tindakan orang sedang anda lihat, jangan ambil keputusan terlalu dini.
8.       Jangan terpengaruh kepada pendapat sebelumnya tentang orang atau tugas yang sedang orang yang sedang anda amati karena hal ini dapat mempengaruhi pengamatan anda.
9.       Jangan terkecoh demi kepuasan pengamatan semata.
Petunjuk terakhir membutuhkan sedikit penjelasan. Kalimat tersebut berasal dari bidang kesehatan / pengobatan, khususnya saat membaca x-ray dan membuat diagnosa. “ Kepuasan pengamatan “ mengacu pada keinginan untuk mengetahui apa yang sedang dicari oleh seseorang dan selanjutnya tidak memperhatikan lagi. Akibatnya anda akan melewatnkan / tidak memperhatikan kondisi yang sama atau bahkan lebih serius yang sedang dihadapi. Seorang supervisor yang kurang awas hanya akan melihat apa yang ingin mereka lihat, berhenti mengamati dan mengabaikan faktor yang seimbang atau bahkan lebih signifikan  / penting. Selanjutnya, pengamatan terencana dapat digolongkan sebagai proses psikologis yan melibatkan :
1. Maksud – mengamati dengan tujuan dan sasaran tertentu yang telah dipersiapkan dalam pikiran
2. Perhatian – mengkosentrasikan diri pada pengamatan yang dilakukan.
3. Deteksi – mengetahui dan mencatat segala sesuatu yang diperhatikan, mengamati semua kondisi dan tingkah laku yang dianggap penting.
4. Pemahaman – secara mental memikirkan betapa pentingnya objek yang sedang diamati.
5. Mengingat – membuat catatan, baik di ingatan maupun secara tertulis, biarkan hasil pengamatan tersimpan di dalam otak untuk kelak digunakan untuk meningkatkan kinerja.
Saat kita menemukan kondisi atau tindakan yang tidak standar, jangan kita mendiamkan saja. Ingatlah bahwa berdiam diri berarti setuju. Segeralah ambil tindakan perbaikan untuk mempertahankan kinerja keselamatan kerja di area kerja anda pada tingkat yang sudah anda sepakati  bersama. Ambillah tindakan untuk mencegah terulangnya kejadian yang sama tidak terulang kembali sehingga dapat memperbaiki kinerja keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan anda.

No comments:

Post a Comment