Sunday, 26 May 2013

Ergonomi

Ergonomi Adalah Spesialisasi dalam ilmu kesehatan / kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik, mental, maupun social dengan usaha preventif dan correctif.

PENERAPAN PRAKTIS
Penerapan praktis merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih baik pada saat kita melakukan aktivitas rutin sehari-hari.Lakukanlah pemeriksaan dengan menggunakan daftar periksa Ergonomi diantaranya :
1.    Penyimpanan dan penanganan barang/material;
2.    Alat-alat/perkakas tangan;
3.    Keamanan pada mesin produksi;
4.    Penyempurnaan rancangan meja kerja;
5.    Pencahayaan di tempat kerja;
6.    Bangunan dan lingkungan;
7.    Pengendalian bahaya di lingkungan kerja;
8.    Fasilitas umum peralatan Pelindung diri;
9.    Pengaturan pekerjaan.

Ergonomi pada Penyimpanan dan penanganan barang/material;

1.    Tandai dan bersihkan jalur transportasi dari benda yang dapat menghalangi
2.    Beri tanda padajalur darurat
3.    Usahakan agar gang dan koridor cukup lebar untuk memungkinkan arus transportasi dua arah.
4.    Buatlah permukaan lantai jalur rata, tidak licin dan bersih dari penghalang (lubang, undakan) jika memungkinkan.
5.    Sediakan landasan jalur transportasi,bukan tangga kecil atau penurunan yang mendadak antara dua tempat kerja
6.    Sempurnakan tata letak tempat kerja sehingga pergerakan barang dapat dikurangi
7.    Gunakan kereta dorong, gerobak dan alat bantu beroda lainnya untuk mengangkut/membawa atau bongkar muat bahan/material
8.    Gunakan rak bertingkat yang ditempatkan di dekat area kerja untuk meringankan beban pekerja
9.    Gunakan peralatan mekanis untuk mengangkat, menurunkan dan mengangkut benda yang berat
10.    Kurangi penanganan materialsecara manual (misalnya dengan memanfaatkan katrol, fork lift dan alat mekanis lainnya)
11.    Dari pada membawa barang yang berat, bagilah beban tersebut secara rata sehingga dapat diangkat beberapa kali.
12.    Sediakan pegangan tangan, gagang untuk semua jenis kemasan
13.    Hilangkan/kurangi beda ketinggian bila akan memindahkan barang (secara manual)
14.    Geser barang berat pada posisi mendatar dengan cara mendorong/menarik ( bukan mengangkat/menurunkan )
15.    Hindari bentuk bekerja dengan gerakan membungkuk/memutar tubuh
16.    Pada saat mengangkat posisi beban rapat dengan tubuh
17.    Menaikkan / menurunkan barang secara perlahan (tanpa gerakan yang mengejutkan / membungkuk dengan tiba tiba )
18.    Selingi pekerjaan fisik berat dengan pekerjaan ringan (untuk mencegah kelelahan / cidera )
19.    Sediakan tempat sampah di tempat yang memadai

Ergonomi pada Peralatan Perkakas tangan
1.    Gunakan perkakas tangan yang khusus untuk pekerjaan yang berulang-ulang
2.    Sediakan perkakas bermotor yang aman dan dilengkapi dengan perangkat pelindung (guard)
3.    Gunakan perkakas gantung untuk pekerjaan yg berulang di tempat yang sama
4.    Sediakan penyangga lengan bila menggunakan perkakas yang memerlukan ketelitian tinggi
5.    Gunakan Perkakas yang dioperasikan tanpa banyak mengeluarkan tenaga (ringan, nyaman digunakan)
6.    Bagi perkakas tangan, sediakanlah perkakas dengan pegangan yg sesuai ketebalan, panjang dan bentuknya untuk memudahkan pemakaian
7.    Sediakan perkakas tangan yg mempunyai pegangan dgn permukaan yang kasar / isolasi untuk mencegah tergelincir / terjepit
8.    Batasi vibrasi dan kebisingan pada perkakas tangan (dgn APD)
9.    Periksa dan rawatlah perkakas tangan
10.    Latihlah pekerja sebelum menggunakan perkakas tangan yang digerakan oleh motor ( listrik, pneumatic, mesin )
11.    Sediakan ruang keseimbangan yang cukup pd saat bekerja dgn motor penggerak ( power tool )

Ergonomi dan Faktor Keamanan pada Mesin Produksi
1.    Pasang fasilitas pengaman pada alat control untuk mencegah mesin diaktifkan secara tidak sengaja
2.    Tempatkan alat kontrol yang mudah dibedakan satu dengan yang lainnya & dalam rangkaian operasi
3.    Pastikan agar pekerja dapat melihat / menjangkau alat-alat control dengan mudah dan nyaman
4.    Gunakan kebiasaan yang lazim untuk mengendalikan gerakan-gerakan mesin
5.    Batasi penggunaan jumlah pedal kaki, jika masih digunakan, tempatkan agar mudah untuk dioperasikan
6.    Papan sinyal / tampilan sebaiknya mudah dibedakan dan mudah dibaca dengan warna atau tanda
7.    Tutup / singkirkan papan sinyal yang tak terpakai
8.    Gunakan rambu – rambu peringatan yang mudah dimengerti / dibaca

No comments:

Post a Comment