Tuesday, 15 January 2013

Membudayakan K3



Dalam membudayakan K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) pada suatu perusahaan, sangat penting bagi kita untuk melihat sampai dimana sebenarya tahap atau tingkat K3 perusahaan kita.
TAHAP  I :  K3 DIPANDANG SEMATA-MATA SBG SUATU PERATURAN
  • Problem K3 tdk diantisipasi, reaksi baru terjadi bila ada kejadian
  • Kejadian seringkali dikaitkan dgn kesalahan manusia yg tdk mengikuti aturan dan prosedur yg ada
  • Manusia dianggap sbg komponen sistem yg dinilai semata-mata dari kepatuhannya terhadap aturan sehingga imbalan hanya layak pada mereka yang patuh
  • Peranan manajemen dipandang sbg pengawas yg mengarahkan manusia utk mengikuti aturan
  • Manajemen bersikap defensif  bila mendapat kritik
  • K3 dilihat sbg kegiatan yg membuang biaya karena melihat dlm kerangka short term profit
  • Unit kerja Struktural maupun Fungsional terlihat sangat otonom shg tdk terjadi kerjasama dan pengambilan keputusan bersama krn fokus perhatian semata-mata pd kepatuhan pada peraturan

TAHAP II : K3 MERUPAKAN TUJUAN DARI ORGANISASI

  • Mulai memperhatikan K3 pada kegiatan sehari-hari tapi belum mengembangkan konsep preventif yang antisipatif dan strategik
  • Reaksi mencari kesalahan manusia mulai mengecil dan berupaya mengendalikan kesalahan melalui pelatihan
  • Peran manajemen dilihat sbg suatu upaya penerapan teknik-teknik manajemen dan organisasi mulai membuka diri terhadap proses belajar dgn melihat dan membandingkan organisasi lain
  • Produktivitas, Biaya dan K3 masih dilihat secara terpisah dimana K3 masih dianggap sbg program biaya tinggi dan tidak langsung berkaitan dengan produktivitas
  • Manajemen mendorong kerjasama dan komunikasi antara unit kerja struktural maupun fungsional
  • Fungsi manajemen senior sbg team dan mulai mengkoordinasikan pengambilan keputusan antara unit struktural maupun fungsional
  • Pengambilan keputusan masih terfokus pada masalah fungsi dan biaya
  • Memperkecil konflik yg mengganggu dgn mengembangkan kerja sama kelompok

TAHAP III : K3 MERUPAKAN SUATU PERBAIKAN YANG BERKELANJUTAN

  • Antisipatif terhadap masalah yang mungkin terjadi dan berupaya memahami penyebab masalah dan memperkecil penyebab serta mulai mengembangkan upaya preventif yang strategis
  • Menyadari pentingnya kerjasama antar unit kerja struktural maupun fungsional dan memperoleh dukungan, penghargaan dan sumber daya manajemen.
  • Setiap pengambilan keputusan didasari oleh pengetahuan bahwa aspek K3 mempunyai pengaruh terhadap kegiatan kerja kegiatan bisnis secara keseluruhan
  • Kesalahan yg terjadi dipandang sbg variabilitas dari proses kerja dan dilaksanakan dengan pendekatan mencari fakta bukan mencari siapa yang salah dlm rangka memperbaiki proses
  • K3 dianggap sebagai hal yang saling terkait dengan produksi
  • Pandangan bhw manajemen mempunyai peran mengembangkan manusia untuk meningkatkan kinerja bisnis
  • Kerjasama antar unit struktural dan fungsional sangat baik dan tidak tampak ada tujuan yg berbeda dan dpt mengakibatkan konflik
Peran serta seluruh elemen perusahaan sangat mendukung dalam terciptanya budaya K3. K3 adalah top priority dan selalu menjadi hal yang terdepan dibanding dengan kualitas, waktu dan biaya. Teapalah bekerja dengan selamat dan budayakan K3 di tempat kerja dan keluarga serta masyarakat sekitar anda.

No comments:

Post a Comment