Wednesday, 22 May 2013

Bahaya Bahaya Listrik


Listrik memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari hari. Semua perlengkapan kita menggunakan listrik sebagai power supply. Namun, listrik memiliki bahaya laten atau bahaya yang tersembunyi.
Bahaya – bahaya yang timbul akibat listrik :
1.    Kebakaran
Bahaya yang sering terjadi yaitu bahaya kebakaran. Proses terjadinya kebakaran / api adalah pertemuan 3 unsur :
    a.    Bahan bakar (bahan bangunan, kertas, perabot rumah tangga dll )
    b.    Udara
    c.    Panas / sumber api (short circuit, loncatan elektron, kerusakan alat listrik, isolasi rusak, dll)
Bila ketiga unsur ini bertemu pada waktu dan tempat yang sam, maka akan terjadi kebakaran. Cara mengatasinya adalah menjaga agar jangan sampai terjadi pertemuan ketiga unsur tersebut.
2.    Ledakan
Terjadi karena pemuaian udara yang disebabkan pemanasan pada ruangan terkurung, misalnya :
    -    Dalam fuse box
    -    Motor Listrik
    -    Sambungan Kabel
Hubung singkat, loncatan bunga api yang besar antara dua konduktor juga menyebabkan ledakan. Pemanasan yang melebihi titik nyala ( flash point ) dari atmosfer yang berbahaya juga dapat menimbulkan kebakaran atau ledakan. Ledakan biasanya berhubungan dengan :
    a.    Salah Operasi
    b.    Pemeliharaan Kurang
    c.    Salah Spesifikasi
    d.    Short Circuit
    e.    Daerah Gas Explosif
    f.    Jarak antara dua konduktor terlalu dekat

3.    Sentuhan langsung
Sentuhan langsung adalah sentuhan dengan bagian isolasi atau bagian instalasi atau alat listrik yang aktif. Sentuhan langsung ini dapat mengakibatkan cidera atau kematian karena menyetuh tegangan yang cukup tinggi dengan tahanan yang rendah, sehingga menghasilkan arus yang melalui tubuh manusia menjadi cukup besar.
Sentuhan langsung juga dapat terjadi karena kerusakan dan ketidak sengajaan. Sentuhan langsung dapat berhubungan dengan hal – hal sebagai berikut :
    a.    Tidak tahu jaringan tersebut bertegangan
    b.    Tidak ada tanda peringatan
    c.    Terdapat kerusakan isolasi
    d.    Instalasi yang salah
    e.    Prosedur kerja aman tidak diikuti
    f.    Tidak berwenang dalam melakukan pekerjaan
    g.    Kondisi mental yang tidak baik / labil

4.    Sentuhan tidak langsung
Sentuhan tidak langsung adalah sentuhan dengan bagian konduktif yang bertegangan, dimana pada kondisi normal bagian ini tidak bertegangan. Misalnya sentuhan ke cover fuse box, terminal box, cover motor listrik atau cover alat – alat listrik lainnya.
Sentuhan tidak langsung berhubungan dengan hal – hal sebagai berikut :
    a.    Tidak tahu jaringan tersebut bertegangan
    b.    Tidak ada tanda peringatan
    c.    Terdapat kerusakan isolasi
    d.    Instalasi yang salah
    e.    Keadaan gelap  / pencahayaan kurang
    f.    Tidak berwenang dalam melakukan pekerjaan
    g.    Kondisi mental yang tidak baik / labil
    h.    Perilaku yang tidak sesuai dengan pekerjaan

5.    Step Voltage
Step voltage adalah tegangan yang terjadi pada kedua kaki orang atau hewan yang berdiri diatas tanah yang sedang dialiri arus listrik.  Step Voltage biasanya terjadi disekitar pentanahan atau daerah dimana ada arus yang mengalir ke tanah. Semakin panjang langkah semakin besar tegangan langkah  artinya semakin bahaya yang ditimbulkan.

6.    Sambaran Petir
Sambaran petir dapat berupa sambaran langsung dan tidak langsung. Sambaran langsung umumnya mengenai bagian tertinggi. Untuk bangunan dan instalasi listrik termasuk over head line diberikan penyalur petir. Namun tidak jarang petir juga mengenai manusia, pohon, hewan, bangunan, tangki dll.
Sambaran tidak langsung adalah dampak tidak langsung yang muncul akibat induksi sambaran petir yang dapat merusak peralatan elektronik.

No comments:

Post a Comment